Minggu, 28 Juni 2015
Apakah Anda merasa bahwa Anda merupakan insan terbaik dan terpilih
karena kini Anda memiliki kehidupan dan pendidikan yang begitu baik?.
Apakah Anda merasa bahwa orang-orang yang begitu banyak menghabiskan
waktunya di jalan merupakan orang-orang yang tidak mempunyai visi
kehidupan sehingga menjadikan jalan sebagai sahabatnya?. Dan apakah Anda
juga termasuk ke dalam orang-orang yang mengkritik betul terhadap
pemerintahan negara kita yang begitu semerawut hingga mungkin beberapa
diantara Anda rela ‘meluangkan’ waktunya untuk turun ke jalan meneriakan
kegagalan kinerja pemerintah yang begitu buruk. Tapi seberapa banyak
dari Anda yang mengkritisi sistem pendidikan yang telah tertanam begitu
lama pun dengan hasil sistem yang telah diterapkan kini Anda menempati
posisi terbaik karena menyandang gelar ‘mahasiswa’ yang merupakan
tingkatan tertinggi dalam kelas akademik?.
MEDIA PENDIDIKAN ALTERNATIF
23.27
| Diposting oleh
Unknown
Bermain Dalam Pendidikan Anak
Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan atau tanpa mempergunakan alat yang menghasilkan pengertian atau memberikan informasi, memberi kesenangan maupun mengembangkan imajinasi pada anak.
Jika pengertian bermain dipahami dan sangat kita kuasai, maka kemampuan itu akan berdampak positif pada cara kita dalam membantu proses belajar anak. Pengamatan ketika anak bermain secara aktif maupun pasif, akan banyak membantu memahami jalan pikiran anak, selain itu akan meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Pada saat bermain kita perlu mengetahui saat yang tepat bagi kita untuk melakukan atau menghentikan intervensi. Karena bila tidak memahami secara benar dan tepat, hal itu akan membuat anak frustasi atau tidak kooperatif dan sebaliknya. Dari bahasa tubuh si anak pun kita sudah dapat mengetahui kapan mereka membutuhkan kita untuk melakukan intervensi.
Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan atau tanpa mempergunakan alat yang menghasilkan pengertian atau memberikan informasi, memberi kesenangan maupun mengembangkan imajinasi pada anak.
Jika pengertian bermain dipahami dan sangat kita kuasai, maka kemampuan itu akan berdampak positif pada cara kita dalam membantu proses belajar anak. Pengamatan ketika anak bermain secara aktif maupun pasif, akan banyak membantu memahami jalan pikiran anak, selain itu akan meningkatkan keterampilan berkomunikasi. Pada saat bermain kita perlu mengetahui saat yang tepat bagi kita untuk melakukan atau menghentikan intervensi. Karena bila tidak memahami secara benar dan tepat, hal itu akan membuat anak frustasi atau tidak kooperatif dan sebaliknya. Dari bahasa tubuh si anak pun kita sudah dapat mengetahui kapan mereka membutuhkan kita untuk melakukan intervensi.
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN INDONESIA
23.23
| Diposting oleh
Unknown
Indonesia adalah sebuah Negara berkembang
di suatu kawasan Asia yang lebih tepatnya Asia tenggara yang juga masih
termasuk kawasan yang berkembang . Didalam sebuah Negara dan kawasan
berkembang ada beberapa faktor yang sangat dibutuhkan agar dapat menjadi
Negara maju ,beberapa faktor yang dibutuhkan untuk mengembangkan Negara
menjadi Negara yang maju yaitu : sumber kekayaan alam dan sumber daya
manusia . Namun sumber kekayaan alam tidak akan berguna tanpa ditunjang
dari kualitas sumber daya manusianya sendiri , berdasarkan hal tersebut
lah sebagai Negara berkembang Negara Indonesia harus meningkatkan
kualitas sumberdaya manusia dari Indonesia. Salah satu cara untuk
meningkatkan sumber daya manusia Indonesia adalah dengan cara
meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia sejak sedini mungkin ,dimulai
dari play group/Paud ,TK , SD ,SLTP, SMA/SMK ,sampai ke Perguruan
tinggi . Namun juga harus meningkatkan kualitas pelatihan-pelatihan
keterampilan diluar akademik.
PENTINGNYA PENDIDIKAN
23.18
| Diposting oleh
Unknown
PENTINGNYA PENDIDIKAN BAGI KEHIDUPAN
Berbicara tentangt pendidikan kita semua pasti sudah tahu bahwa betapa pentingnya pendidikan
tersebut. Pendidikan, kemampuan, pengetahuan merupakan salah satu modal
yang kita miliki untuk hidup di zaman yang serba sulit ini. Mengapa
dikatakan demikian?
Kita tentu sudah bisa menjawabnya, apa hal pertama yang dilihat bila kita ingin mengajukan surat lamaran perkerjaan? Apa yang kita butuhkan ketika ingin memulai suatu bisnis atau usaha?
Kita tentu sudah bisa menjawabnya, apa hal pertama yang dilihat bila kita ingin mengajukan surat lamaran perkerjaan? Apa yang kita butuhkan ketika ingin memulai suatu bisnis atau usaha?
Tentu saja pendidikan, kemampuan, wawasan dan pengetahuanlah yang kita
butuhkan. Di dalam bangku pendidikan banyak sekali hal yang kita
dapatkan.Tetapi entah mengapa banyak sekali warga di Indonesia ini yang
tidak mengenyam bangku pendidikan sebagaimana mestinya, khususnya di
daerah-daerah terpencil di sekitar wilayah Indonesia ini. Sepertinya
kesadaran mereka tetang pentingnya pendidikan perlu ditingkatkan.
Jumat, 26 Juni 2015
KRITIK PENDIDIKAN MELALUI LAGU
00.34
| Diposting oleh
Unknown
Kali ini saya akan membahas sekaligus men-share lagu dari Pink Floyd - Another Brick in the Wall. lagu ini berisikan tentang kritik pendidikan yang formal dan kaku..
Pada 1980, lagu yang di tulis Roger Waters (pendiri Pink Floyd) Another Brick in the Wall, dilarang diputar oleh pemerintah Afrika Selatan. Lagu itu dilarang karena anak-anak kulit hitam Afrika Selatan kerap memperdengarkannya untuk membela hak pendidikan mereka. "Pemerintah apartheid memberlakukan blokade budaya, melarang berekspresi, menyanyikan lagu saya"
Dua puluh lima tahun kemudian, pada 2005, anak-anak Palestina berpartisipasi dalam sebuah festival lagu Tepi Barat digunakan untuk protes terhadap tembok Israel di Tepi Barat. Mereka menyanyikan: "We don't need no occupation! We don't need no racist wall!"
Pada 1980, lagu yang di tulis Roger Waters (pendiri Pink Floyd) Another Brick in the Wall, dilarang diputar oleh pemerintah Afrika Selatan. Lagu itu dilarang karena anak-anak kulit hitam Afrika Selatan kerap memperdengarkannya untuk membela hak pendidikan mereka. "Pemerintah apartheid memberlakukan blokade budaya, melarang berekspresi, menyanyikan lagu saya"
Dua puluh lima tahun kemudian, pada 2005, anak-anak Palestina berpartisipasi dalam sebuah festival lagu Tepi Barat digunakan untuk protes terhadap tembok Israel di Tepi Barat. Mereka menyanyikan: "We don't need no occupation! We don't need no racist wall!"




